Rekrut Tenaga Pendamping Koperasi, Diskop UMKM Sulut Siap Tekan Angka Kemiskinan

Topiksulut.com, POLITIK / PEMERINTAHAN –Menindaklanjuti salah satu program utama Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw, yang dalam hal ini program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK), siang tadi bertempat di UPTD Balai Diklat Koperasi Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 122 calon tenaga pendamping KUKM secara resmi mengikuti ujian tertulis yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sulut dibawah pimpinan Christiano Talumepa SH M.Si, Senin (31/7/2017).

Kepada media ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM  Provinsi Sulawesi Utara, Christian Talumepa SH. M.Si didampingi Kepala Balai Diklat Koperasi Clara Poli mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Sulawesi Utara, yang telah menjadi program utama pemerintah.

Baca juga:  Permanen !!, Kerjasama Pemprov Sulut dan Korlantas Polri Siap Tindak STNK Belum Bayar Pajak

“Secara tidak langsung hal ini akan menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Sulut, karena yang dulunya tidak memiliki pekerjaan, atau memiliki tapi berpenghasilan kecil, koni bisa mendapatkan pekerjaan dengan honor sesuai Upah Minimum Pekerja (UMP) Sulut 2017”, jelas Talumepa.

Lebih lanjut, Talumepa berharap agar melalui kegiatan ini, selain belajar menjadi pendamping koperasi, juga kedepannya mampu membuka kegiatan usaha sendiri.

“Harapannya, kalau saat ini hanya menjadi tenaga pendamping koperasi, berikutnya bisa membuka jenis usaha sendiri”, tambahnya.

Adapun dari hasil survei tim Topiksulut.com, diketahui ada sekitar 122 calon tenaga pendamping yang ikut dalam ujian tertulis kali ini, meskipun menurut Talumepa kuota yang dibutuhkan hanya sebanyak 57 orang saja.

Baca juga:  Instruksikan Sukseskan Pemilu, JS Layak Dapat Penghargaan KPU

“Saya mengapresiasi animo masyarakat dalam kegiatan ini, sampi saat ini dari catatan yang ada, sudah sekitar 122 calon tenaga pendamping yang ikut tes tertulis ini, meskipun kuota yang kami butuhkan hanya 57 orang saja, yang nantinya akan dibagi di 15 Kabupaten/kota se-Sulut. (Chris)