Dongkrak Sektor Pendidikan, PT. MSM Bersama Pemprov Sulut Kirim 39 Siswa Penerima Beasiswa Kuliah di China

Topiksulut.com, POLITIK/PEMERINTAHAN – Dongkrak sektor pendidikan, Gubernur Sulawesi Utara lakukan banyak upaya demi kemajuan sektor pendidikan Sulut.

Hal ini kembali dibuktikan dengan hadirnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama PT. Meares Soputan Mining (MSM), Archi Indonesia, Rajawali Foundation, dan PT TTN, serta Semolec.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut Gammy Kawatu dalam laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan terselenggaranya kegiatan pelepasan Mahasiswa penerima beasiswa Batch II 2017 Jiangsu Agri – Husbandry Vocalitional Collage China (Selasa 12/09/2017) di ruang rapat F.J Tumbelaka kali ini merupakan bentuk tindak lanjut atas kesepakatan kerjasama sektor pendidikan dengan PT. MSM bersama group yang sudah berjalan sejak tahun 2016 yang lalu.

“Ini merupakan bentuk realisasi kerjasama antara pihak Pemprov Sulut dengan PT. MSM bersama group di sektor pendidikan, ada 39 anak didik dari Sulut yang akan segera diberangkatkan ke China untuk mengikuti kuliah selama 3 tahun, dibidang pertanian, bisnis dan pariwisata”, jelas Kawatu.

Dikesempatan yang sama, Presiden Direktur PT. MSM Ir. Tarkelin Purba SH. MM dalam sambutannya berpesan kepada para calon Mahasiswa penerima beasiswa ke China untuk menjadikan kesempatan kali ini sebagai satu motivasi yang tidak boleh disia-siakan.

“Adik-adik harus paham bahwa adik-adik adalah pilihan diantara banyaknya siswa di Sulut, jadi manfaatkan kesempatan ini, belajar dengan baik, jaga kesehatan karena disana ada empat musim”, jelas Purba sembari mengatakan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab dengan para siswa.

Baca juga:  Mitra Terima Penghargaan Peringkat Ketiga KIP Se Sulut

“Saya merasa bertanggungjawab dengan sektor pendidikan di Sulut, karena ini salah satu sektor yang sangat menjanjikan bagi masa depan daerah, jadi tolong adik-adik jaga kepercayaan Sulawesi Utara yang telah mengutus adik-adik menimbah ilmu ke China, jaga nama baik Sulut disana, nanti kalau sudah selesai kuliah kembali ke Sulut untuk membantu membangun daerah tercinta kita ini”, harap Purba dalam sambutannya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E Kandouw dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE memang sangat mengapresiasi program ini, karena merupakan salah satu program prioritas Gubernur.

“Pak Gubernur mengapresiasi hal ini, karena sejauh ini Pak Gubernur kita sangat ngotot untuk mengurangi angka kemiskinan di Sulawesi Utara, menurut Pak Gubernur, satu-satunya jalan untuk menekan angka kemiskinan di Sulut yaitu dengan menggenjot sektor pendidikan kita”, jelas Wagub.

Lebih lanjut Wagub mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas bantuan PT. MSM bersama group yang telah membantu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di sektor pendidikan.

Baca juga:  Bertandang ke Ruang Kerja Dirjen Otda Kemendagri, ROR : Hanya Sekedar Sillahturahmi

“Ini luar biasa pengorbanan Pak Gubernur kita yang terus berusaha memacu sektor pendidikan Sulut, jadi dengan adanya bantuan dari PT. MSM bersama group ini, kami sangat terharu dan berterima kasih, karena mau berkontribusi buat pendidikan kita, makanya kami mengapresiasi semua bantuan ini”, ucap Wagub.

Menariknya dalam kesempatan tersebut Wagub meminta agar kegiatan kali ini dapat dipublikasikan ke seluruh masyarakat, dengan tujuan untuk menggerakkan perusahan-perusahan lain agar mau bekerjasama dengan dengan pemerintah disektor pendidikan Sulut.

“Ini harus dipublikasikan supaya perusahan lain bisa tergerak untuk mendukung program pendidikan pak Gubernur”, tambah Wagub, sembari meminta Asisten III bidang Administrasi Ir. Royke Roring M.Si untuk dapat menyurati semua perusahan besar di Sulut terkait hal tersebut.

“Kami menghimbau supaya perusahan-perusahaan besar lainnya bisa melihat ini dengan lebih baik lagi, coba pak Asisten surati perusahan-perusahan lainnya, ikuti langkah PT.MSM yang sangat memperhatikan perkembangan Sulawesi Utara khususnya disektor pendidikan, jangan nanti kalau ada perlu saja baru cari Pemerintah Daerah, siapa tahu tahun depan bisa 300 anak Sulut dikirim study keluar, kan sekarang baru 39 anak”, tutup Wagub sembari sedikit tertawa. (Chris)