Pembangunan Pasar Iyok Boltim, Terdakwa Akui Dana Cair 100 persen Pekerjaan Tidak Selesai

TOPIKSULUT.COM, MANADO – Kasus dugaan Tipikor pembangunan pasar tradisional Iyok, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bolmong (Bolaang Mongondouw) dengan terdakwa IK alias Irma (50) selaku Direktur CV Cahaya Pratama, kembali digelar, PN Manado, Rabu (30/5/2018).

Sidang dengan majelis hakim Hj Halidjah Wally SH MH, dengan anggota Adhoc Emma Elyani SH MH dan Edy Putra SH MHdengan Panitera Pengganti (PP) Deitje Wior SH.

Dalam periksa terdakwa, telah diakuinya jika pekerjaan belum selesai, dan telah mencairkan dana hingga seratus persen.

Saat diperlihatkan JPU dihadapan majelis hakim, yakni dokumen amandemen selama 25 hari, dari tanggal 7-21 Desember 2015.

Dengan uraian, pekerjaan di tanggal 7 Desember 2015 baru mencapai atau dikerjakan 83.31 persen. Lantas terdakwa mengajukan amandemen perpanjang-an waktu hingga tanggal 21 Desember. Tiba di tanggal 21 Desember pekerjaan masih belum selesai .

Kemudian oleh Tim PHO melakukan pemeriksaan. Tanggal 24 Desember, saat dilakukan pemeriksaan masih banyak kekurangan. Ada beberapa tehel belum terpasang, pengecetan, listrik dan air.

Oleh tim PHO kembali diberikan kesempatan kepada terdakwa selama 4 hari. Dihitung dari tanggal tersebut, jatuh tempo di 28 Desember 2015 tim PHO melakukan pemeriksaan kembali, dan belum ada progres pekerjaan yang ditemukan.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Posbakum PN Manado, Wensy Ricter SH, Irma pun membenarkan dokumen itu. Dia juga telah mengakui jika pekerjaan belum selesai dengan telah melakukan pencairan seratus persen.

“Bukan kurang tehel, sudah ready semua, tapi belum dipasang,karena waktunya tidak cukup. Memang pekerjaan belum selesai,” Akui terdakwa, sembari menambahkan jika dana yang dicairkanya seratus persen pada awal Januari 2016.

Menurut terdakwa lagi, pasar yang dikerjakannya sekarang sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Mengenai ada temuan BPK sejumlah Rp148 juta, saat terdakwa bersama sama dengan tim investigasi dengan penyidik, ternyata berkurang menjadi Rp111 juta. Ini pun di-iyakan terdakwa .

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, KM Halidjah kemudian menutup persidangan, dan akan dilanjutkan pada Rabu (6/6/2018) dengan agenda tuntutan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Da’wan Manggalupang. (ely)