ASN dan THL Tidak Ikut Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Siap-siap Kena “Punishment”

Topiksulut.com, PEMERINTAHAN – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mengikuti Upacara HUT Proklamasi ke 73 besok (17/8/2018) siap-siap kena sanksi kepegawaian.

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sekdaprov Sulut) Edwin Silangen SE, MS saat ditemui awak media pagi tadi (kamis 16/8/2018) di lobi kantor Gubernur Sulut pagi tadi.

“Saya minta seluruh ASN Pemprov besok ikut upacara detik-detik proklamasi, kalau tidak akan ada sanksi khusus kepegawaian”, tegas Sekprov.

Menurut Silangen, kehadiran setiap ASN dan THL dalam detik-detik peringatan HUT Proklamasi, dianggap sangat perlu, wajib dan bersifat penting karena hal tersebut merupakan bentuk penghargaan ASN terhadap perjuangan kemerdekaan pendiri dan pejuang bangsa.

“Ini wajib, apalagi kita adalah Aparatur Sipil Negara, ini momentum kita untuk menghargai perjuangan para pendiri dan pejuang bangsa”, sambungnya.

Adapun saat ini pihak Pemprov Sulut sendiri sedang melakukan gladi resik untuk uoacara penaikan dan penurunan bebdera merah putih besok hari.

“Ada dua sesi gladi, yang pertama gladi untuk detik-derik proklamasi dan penaikan sang saka merah putih, dan dilanjutkan dengan gladi upacara penurunan bendera”, jelasnya.
Sedangkan untuk upacara HUT Proklamasi akan digelar besok (17/8/2018) di lapangan KONI Manado.
Sedangkan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam gladi resik kali ini adalah Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Drs. Edison Humiang M.Si.
“Saya harap dwngan adanya gladi ini semua akan berjalan lancar tanpa kesalahan pada besok hari di hari H, agar detik-derik proklamasi dapat berjalan dengan aman, lancar dan penuh penghayatan”, ucap Humiang.
Lebih lanjut, Humiang membeberkan bahwa pada HUT Proklamasi besok (17/8/2018), Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE akan berdiri sebagai Inspektur Upacara, dan untuk pembaca teks proklamasi dipercayakan kepada Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, sedangkan untuk posisi komandan upacara penaikan bendera diambil dari TNI yaitu Letkok Infantri Kusnandar Hidayat, dan untuk upacara penurunan bendera di sore hari yaitu Letkol Laut Nur Subagio.
Upacara ini pun akan dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdaprov Sulut, para pejabat baik eselon II, III dan IV bersama pasanhan masing-masing, serta seluruh instansi TNI/Polri, Siswa-i, dan tamu undangan lainnya. (Chris)