Hendak Bawa Air ke Tempat Pengasapan Kelapa, Johan Sualang Tewas Terbakar

RATAHAN, TOPIKSULUT.COM-Nasib sial dialami lelaki Manula Johan Sualang (76), pasalnya, Johan yang telah memiliki penyakit asma dan hipertensi ini nekat ke kebun dengan membawa dirigen air untuk menyiram api, saat pembakaran tempurung untuk dijadikan arang. Namun nasib berkata lain, Johan akhirnya ditemukan tewas di lokasi pengasapan kelapa (Kopra) di perkebunan Wayaren, Desa Wioi, Kecamatan Ratahan Timur, Selasa (14/8) lalu sekira pukul 15.00 Wita.
Kapolsek Rural Ratahan, Kompol Sammy Pandelaki menjelaskan, berdasarkan laporan saksi Yulius Timpal (menantu korban), (46), sekira pukul 17.00 wita saksi pergi ke kebun, untuk mengantar Jerigen yang berisi air dan digunakan untuk menyiram api pada saat akan membakar tempurung untuk dibuat arang, namun setelah tiba di kebun saksi melihat tempat pengasapan kelapa tersebut sudah terbakar dan mendapati korban sudah dalam posisi terlentang dan tertutup dengan atap seng yang runtuh akibat terbakar. Saksi akhirnya mendapati korban dalam keadaan sudah mengalami dan luka bakar. “Pada saat itu juga saksi berusaha untuk meminta bantuan dengan pulang ke kampung, untuk memberitahukan kepada keluarga dan masyarakat Desa Wioi, guna mengevakuasi dan menolong korban,” ungkap Sammy.
Diakui Pandelaki, berdasarkan keterangan dari saksi, korban mempunyai riwayat penyakit Hipertensi dan Asma yang sudah lama diderita oleh korban.
Sementara hasil Pemeriksaan dari Juliana Kula SKep Ns, Kepala Puskesmas Kecamatan Ratahan Timur, bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam kejadian tersebut. “Pihak Keluarga korban sudah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan Otopsi,” tandasnya. (otnie)
Baca juga:  Tombatu Timur Siapkan Hasil Perkebunan Menuju Pameran Kayuwatu