Topiksulut.com, PEMERINTAHAN –Kerja keras Gubernur dan Wagub Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) dilintas sektor pada tahun ketiga kepemimpinannya membuahkan hasil fantastis yang merupakan rekor baru.
Hal ini dapat dilihat salah satunya dari rekor yang berhasil ditelorkan oleh Dinas DPM-PTSP yang dinakhodai oleh Henry Kaitjily, dengan total rekor di bidang investasi sebesar 14 Triluin rupiah pada penghujung tahun 2018 yang lalu.
“Semua ini berkat bimbingan dan profesionalitas dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur kita, kami hanya menjalankan tugas”, ungkap Kaitjily saat ditemui Topiksulut.com diruang kerjanya (Rabu 06/02/2019) sore.
Kaitjily pun menejelaskan bahwa capaian 14 Triliun rupiah tersebut merupakan capaian yang bisak dikatakan melonjak jauh dari target yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat yakni Rp6,7 triliun.
Sementara target RPJMD hanya Rp2,5 triliun.
Capaian tersebut merupakan rekor tertinggi selama adanya investor yang hadir di Sulut, baik penanaman modal dari luar maupun dalam negeri.
“Diakhir 2018 kemarin, capaian Provinsi Sulut sudah melambung jauh dari target yang diterapkan BKPM Pusat yaitu 6,7 Triulun dan capaian kami sudah 14 Triulun rupiah, dan ini merupakan kebanggan tersendiri daerah kita ini, karena apa?, karena berkat kerja keras Gubernur dan Wakil Gubernur kita dalam membangun daerah menyebabkan Bumi Nyiur Melambai kita ini diminati para investor baik luar maupun dalam negeri untuk berinvestasi besar”, jelas Kepala Dinas DPM-PTSP Sulut Henry Kaitjily.
Menariknya, Kaitjily secara tegas mengatakan optimismenya bahwa seharusnya capaian 14 Triliun tersebut masih akan bertambah dan lebih banyak lagi.
“Jadi begini, sebenarnya, kalau dihitung-hitung kita bica capai hingga 20 triliun. Tapi sayangnya masih banyak yang belum melapor, makanya sekarang kita kejar,” sambung birokrat jebolan liar negeri tersebut.
Kaitjily pun kepada Topiksulut.com mengatakan bahwa penyumbang investasi terbesar di Sulut ada pada sektor pertambangan dengan nilai yang sangat tinggi, disusul oleh sektor transportasi, infrastruktur, dan telekomunikasi serta perhubungan dan Bapenda.
“Yang paling tinggi dan menonjol itu Pertambangan, disusul transportasi, infrastruktur, telekomunikasi, dan Bapenda”, bebernya sembari mengatakan bahwa untuk investasi dalam negeri sektor Energi juga tidak ketinggalan memberikan sumbangsihnya.
“Lihat saja, sampai saat ini pihak PLN masih membangun gardu listrik di sejumlah daerah termasuk kabupaten Minahasa Selatan hingga kota Bitung, ditambah lagi ada daei sektor perhotelan, tambang galian C (tambang non- logam), hingga yang lainnya”, ucapnyaz
Tidak hanya di bidang investasi, Kaitjily juga sempat membeberkan hasil bimbingan Gubernur dan Wagub Sulut (OD-SK) di bidang perizinan.
Menurut Kaitjily, berkat bimbingan dua sejoli yang tidak lain adalah pemangku kebijakan provinsi Sulut tersebut, maka peningkatan dibidang perizinan mengalami kenaikan positif.
“Pak Gubernur dan Wagub juga tidak melupakan bidang perizinan, buktinya berkat bimbingan mereka, pada tahun sebelumnya kita hanya mengantongi 1.467 perizinan, 2018 meningkat sampai 1.530 yang didominasi dari sektor perikanan, yabg tidak lain tujuannya sesuai dengan program utama Gubernur dan Wagub, Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang sangat membantu dalam mensejahterahkan masyarakat termasuk para nelayan”, beber Kaitjily yang secara optimis yakin tahun 2019 bidang tersebut akan lebih meningkat lagi.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, tahun 2019 ini Kaitjily CS bakal menjemput bola dengan turun lapangan, yang menurutnya bagian dari pengoptimalisasian pelayanan publik di Dinas DPM-PTSP Provinsi Sulawesi Utara.
“Kita akan turun lapangan menjemput bola, ini bentuk perhatian kami dalam pengoptimalisasin pelayanan publik seperti cita-cita pak Gubernur dan Wakil Gubernur”, tegasnya. (CHRIS)





