Mengolah serta menggunakan hasil bumi di sekitar wilayah Minahasa Utara (Provinsi Sulut), tidak serta-merta membuat salah satu perusahan pertambangan terbaik di Indonesia PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) lantas melupakan masyarakat lingkar lokasi pertambangan.
Setelah sekian tahun beroperasi, ternyata PT. MSM – TNT tetap memperhatikan kehidupan masyarakat melalui sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR)nya, yang dinilai sangat membantu baik dari segi ekonomi maupun kemandirian masyarakat lingkar tambang.
Hal ini terpantau langsung sejumlah awak media ketika melakukan kunjunhan kerja di lokasi Pertambangan Toka Tindung PT. MSM – TNT siang tadi (10/12/2019).

Dari hasil pantauan para awak media, sejauh ini PT. MSM -TNT melalui program CSR nya telah banyak berkontribusi dalam membangun ekonomi mandiri masyarakat linhkar tambang dengan berbagai bentuk bantuan dan pelatihan.
Sebut saja salah satunya adalah program yang menggandeng pemerintah baik dari kementerian pertanian maupun pemerintah daerah, dalam hal pemberian/ pelatihan sekaligus penanaman bibit unggul jagung yang notabenenya untuk menciptakan SDM pertanian lingkar tambang yang handal dengan hasil yang memuaskan.
Pemilihan jagung sebagai langkah awal pemberdayaan masyarakat tani linhkar tambang, menurut Superintendent Public Relation External Relation Herry Rumondor dikarenakan aspek kebutuhan jagung di Sulawesi Utara yang cukup menjanjikan dari segi ekonomi (penghasilan).

“Kenapa kita pilih jagung, karena jagung prospeknya cukup bagus di Sulut, hal ini berdampak bagus pada ekonomi rakyat linhkar tambang”, jelas sosok yang hobi olaraga sepakbola dan paragliding tersebut.
Tidak hanya itu, di sekitar lokasi Toka Tindung pun, melalui program CSR nya, PT. MSM – TNT telah mengiapkan sejumlah fasilitas pelatihan kerajinan tangan yang diperuntukan bagi masyarakat lingkar tambang.
Adapun ketika dipantau para awak media, terlihat sejumlah masyarakat sedang mengolah serabut kelapa untuk dijadikan sejumlah barang, dari kebutuhan rumah tangga seperti sapu ijuk, perlengkapan dapur hingga souvenir yang menurut salah satu pengrajin sudah masuk pada rahap penjualan melalui kerjasama UMKM dengan pihak pemerintah maupun swasta.

Selanjutnya, para awak media pun diajak berkunjung ketempat kerajinan jahit yang juga dikerjakan langsung oleh tangan-tangan masyarakat lokal, juga tidak hanya sampai pada kerajinan tangan, MSM pun membangun peternakan ayam bagi masyarakat lingkar tambang.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, malalui program CSR nya, PT. MSM telah berhasil mengirim puluhan anak usia sekolah dengan menggunakan beasiswa untuk belajar ke luar negeri.
Adapun pada kesempatan awal tersebut, para awak media pun diberi kehormatan untuk melihat langsung sejumlah (PIT) lokasi penggalian emas dan perak yang ada di Toka Tindung PT. MSM TNT tersebut, yang memiliki luas sekitar 400km dengan 1.600 karyawan yang 88% nya merupakan masyarakat lokal, 10,5% warga negara Indonesia (WNI) dan 1,5% nya merupakan warga negara asing (WNA).

Sedangkan untuk hasil dan target, menurut Rumondor, hasil pertambangan PT.MSM -TNT mencapai 180 ribu Ons pertahun dengan target capaian 200 ribu Ons pertahun.
Menutup kunjungan kerja kali ini, Rumondor pun menjelaskan bahwa memang inti dari CSR PT. MSM ini menyasar pada sejumlah aspek penting seperti pendidikan, pertanian, sosial budaya dan keagamaan, serta peternakan dan kesehatan.








