MITRA,TOPIK SULUT – Warga Minta Insiden yang terjadi di Ratatotok jangan disusupi kepentingan tertentu. Seharusnya dalam masa pendemik Corona saat ini diharapkan kita bersama menggumuli agar bencana ini bisa berakhir dan bukan bentrok seperti ini. Hal ini diungkapkan oleh Ketua LSM Gema Mitra Vidy Ngantung. Ditambahkannya pula, pihaknya berharap siapa saja yang terlibat dalam aksi ini diminta agar segera mengakhiri pertikaian ini. Agar Mitra aman tentram menghadapi gejolak alam dewasa ini. Seperti diketahui, bentrok yang terjadi di wilayah perkebunan raya Megawati Soekarno Putri di wilayah Ratatotok diduga terlibat perselisihan pada Minggu (15/6/2020).
Dari laporan dan ada juga video yang beredar baru-baru ini, sejumlah penambang yang tergabung baik dari warga Mitra dan luar Mitra, melakukan aksi brutal. Dari video yang ada, terlihat sejumlah pengendara motor satu memadati salah satu ruas jalan wilayah Ratatotok dengan mengangkat parang siap bakuhantam.
Ratatotok Memanas, Dua Kelompok Penambang Diduga Terlibat Perselisihan pada minggu (15/6) baru lalu. Dari laporan dan ada juga video yang beredar baru-baru ini, sejumlah penambang yang tergabung baik dari warga Mitra dan luar Mitra, melakukan aksi brutal. Dari video yang ada, terlihat sejumlah pengendara motor satu memadati salah satu ruas jalan wilayah Ratatotok dengan mengangkat parang siap bakuhantam. Terkait kabar tersebut, Kepala UPTD Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Ratatotok Arnold Tambuwun saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Kita memang belum dapat melaporkan secara detail situasi saat ini. Posisi kita juga sekarang sudah bergeser karena melihat situasi yang sudah memanas dari dua kelompok penambang yang belum tau pasti apa akar pertikaian tersebut,” terang Tambuwun. “Namun saat ini, sudah ada pihak aparat gabungan dari kepolisian, TNI dan aparat desa yang berjaga ditengah situasi ini. Kita berjaga, bila mana adanya pertikaian hebat yang bisa memicu suasana. Untuk itu, akses masuk dijaga ketat dari amukan kedua kelompok yang bertikai masalah tambang,”sambungnya.
Tambuwun mengatakan, besok Senin (15/6) akses masuk kebun raya bakal ditutup. “Besok kita tutup total akses masuk wilayah kebun raya. Memang ada perbaikan jalan diruas masuk wilayah ini. Mereka sangat terganggu dengan aktifitas penambang selama pengerjaan yang brutal oleh para penambang,” ungkap Arnold. Ia berharap, agar pemerintah bisa bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi di wilayah kebun raya saat ini.“Memang kita butuh bantuan personil kepolisian lengkap dari Polda Sulut. Itu bila ingin melakukan penertiban betul-betul. Karena saat ini, aktifitas para penambang, masih ramai baik didalam lokasi kebun raya dan luar kebun raya. Kami minta, hal ini bisa menjadi perhatian serius,” pungkas Tambuwun. Sementara itu, Kepala Kepolisian (Kapolsek) Ratatotok IPTU Stanly Korua saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sementara melakukan pengamanan. “Sementara ini kita lakukan pengamanan bersama masyarakat. Nanti akan diinformasikan lagi,” ungkap Korua yang sebelumnya pernah menjabat Kapolsek Sonder. (Ferry Otta)


