Topiksulut.com,Minut-Pemerintah Provinsi Sulut bekerjasama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag merintis ekspor seafood secara langsung dari Manado ke Singapura. Pembukaan ini dilaksanakan lewat Launching Direct Call Ekspor Hasil Perikanan Manado-Singapura di VIP Pemda bandara Sam Ratulangi Manado, Senin 8 Maret 2021.
Adanya ekspor secara langsung ini, disambut baik oleh nelayan dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Pasalnya, Kabupaten Minut merupakan daerah penghasil perikanan terbesar selain Kota Bitung di Provinsi Sulut. “Adanya ekspor langsung ini akan mendongkrak ekonomi para nelayan. Sebab, harga bisa bersaing,” jelas salah satu nelayan asal Kecamatan Wori, David Tahulending.
Dirinya menyatakan jika perdagangan ini akan membuat nelayan menjaga mutu produk hasil perikanan agar ekspor ini bisa tetap berlanjut. “Dengan begitu, produk yang akan kami hasilkan pun dinilai tinggi oleh pasar mancanegara,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu karyawan UD Lautan Indonesia Makmur, Wirian Lim menyatakan jika adanya ekspor langsung ini akan sangat membantu nelayan. Sebab, usahanya bisa membeli langsung hasil perikanan nelayan seperti kepiting bakau, udang ronggeng, kepiting rajungan, ikan kerapu hidup, lobster laut dan lobster air tawar. “Ekspor langsung ini sangat membantu nelayan, apalagi disaat pendemi Covid-19. Jadi taraf hidup nelayan akan kembali membaik. Kami akan membantu memasarkan produk perikanan Sulut terutama yang hidup ke beberapa negara,” jelasnya.
Diketahui, dalam Launching Direct Call Ekspor Hasil Perikanan Manado-Singapura ini, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw sangat mengapresiasi langkah semua pihak, terutama para pejuang ekspor, yang dengan gigih telah membuka pasar baru untuk komoditas unggulan Sulut. “Terobosan direct call ke Singapura ini bukan main-main, ibaratnya telah menabrak tembok untuk melewati sungai deras. Salut untuk para pejuang ekspor,” ungkap Kandouw seraya menambahkan jika pemerintah daerah selalu punya niat untuk membangun dan membangkitkan ekonomi, khususnya di tengah pandemi Covid-19.
Di tempat yang sama, Mendag RI melalui Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan mengatakan direct call Perikanan Sulut ini merupakan hal yang luar biasa. Sebab ekspor ini bisa memulihkan kehidupan nelayan di saat pandemi Covid-19. “Saat ini ada 31 negara dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ekspor. Perikanan kita ada di peringkat 13. Potensi kita masih banyak yang dapat dimanfaatkan,” tandasnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Rina mengungkapkan agar upaya direct call yang tidak mudah ini, dijaga kontinuitasnya.
Menkeu RI melalui Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, sangat mensuport upaya direct call, yang menjadikan Manado sebagai super hub, sehingga mengurangi pos transit yang panjang. Dari waktu tempuh 9-18 jam menjadi 3,5 jam. “Meski kita lakukan secara bertahap, namun langkah direct call telah memutus siklus ekspor yang panjang yang secara langsung akan mengurangi cost, seperti biaya logistik, waktu dan kualitas yang masih mahal,” sebutnya.(gebe)





