TOMOHON, topiksulut.com – Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengungkapkan harapannya agar seluruh guru dan tenaga pendidik bisa mendukung proses belajar mengajar secara tatap muka pada semester kedua tahun pendidikan ini.
Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan bisa segera dilakukan di semua provinsi yang berada di luar DKI Jakarta.
“Kami harap, setelah (vaksinasi untuk guru) DKI Jakarta, semua provinsi juga melakukan hal yang sama,” ujar Jokowi dalam keterangan pers usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 70, Jakarta Selatan, yang ditayangkan virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/2/2021) lalu. Dikutip dari Kompas.com.

Sesuai harapan Presiden SMA Negeri 1 Kota Tomohon (SMANTO) menggelar vaksinasi kepada guru PNS dan tenaga kontrak guna menunjang proses penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas.
“Sebanyak 70 peserta terdaftar untuk mengikuti vaksin terdiri dari Guru PNS dan tenaga kontrak yang ada,” ujar Kepala Sekolah SMA N 1 Tomohon, Royke Rau MPd. Selasa, (13/4) 2021.
Royke mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan juga sesuai Surat edaran Gubernur Sulawesi utara Nomor: 420/21-2356/Sekr-DIKDA tentang Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas pada satuan pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/SMK/SLB dan satuan pendidikan lainnya dimasa pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19).

“Jelas pada poin pertama surat edaran Gubernur Sulut mengatakan. Satuan pendidikan yang telah melaksanakan vaksinasi covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan wajib menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,”
“Nah, kegiatan inilah bentuk persiapan kita untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas yang dicanangkan pemerintah dimulai Juli 2021 nanti,” tukas Royke.
Kegiatan yang digelar di halaman SMANTO itu Puskesmas Lansot menjadi Vaksinator (Petugas Vaksinasi) dalam kegiatan.

Kepala puskesmas lansot Dr Agustien Mantow membeberkan kegiatan vaksinasi SMA N 1 Tomohon sudah sesuai protokol kesehatan.
“Tadi penerapan protokol kesehatan sudah bagus, pengaturan tempatnya sudah sesuai diatur oleh pihak sekolah mulai dari tahap pendaftaran peserta sampai tahap-tahap selanjutnya, jadi tidak ada kerumunan sih” kata Agustin saat ditanya wartawan.
Dari total 70 peserta vaksin, sebanyak 65 lolos screening dan dilanjutkan vaksin.
“Ada 3 peserta yang ditunda vaksin tadi, itu karena ada yang hamil dan pernah terkonfirmasi, juga 2 tidak hadir,” tutup Dr Agustien (kim)










