Lestarikan Bahasa Daerah Minahasa

TopikSulut.com

MINAHASA – Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Di Minahasa sendiri terdapat bahasa daerah yang sangat kaya dan memiliki ciri khas sendiri. Namun, sayangnya penggunaan bahasa daerah tersebut semakin menurun seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh bahasa Indonesia yang semakin dominan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya kita. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengadakan tour bahasa daerah di Minahasa. Tour ini dapat diikuti oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang tertarik untuk belajar tentang bahasa dan budaya daerah.

Sebagai bentuk kepedulian untuk melestarikan Bahasa Daerah lewat forum grup mari bicara makatana Minahasa telah di lakukan Pertemuan yg dinamakan Kopi Darat ” Ma’atoan” Grup Mari Bicara Makatana Minahasa, bertempat di GM2 Hot Spring & Cafe. Tataaran 1, Koya, Tondano Selatan. Selasa, 24 Oktober 2023.

Kegiatan ini peserta yang hadir baik langung maupun online banyak yang memeriahkan kegiatan ini dan ini langkah awal maju untuk melestarikan bahasa daerah. Lewat kegiatan ini telah di hasilkan beberapa poin rekomendasi yang akan disampaikan ke pemerintah Kabupaten Minahasa.

Baca juga:  Pemerintah dan Rakyat Berfusi dalam Euforia Lomba Rakyat HUT ke-80 RI di Minahasa

Poin poin tersebut antara lain;
1. Mendorong pemerintah utk bisa di buat Perda Bahasa Daerah.
2. Mendorong pemerintah lewat dinas pendidikan utk bisa bisa membuat kurikulum dan muatan lokal Bahasa Daerah.
3. Meminta Pemerintah utk bisa menggiatkan kegiatan Budaya dan penggunaan Bahasa Daerah Bahasa Suku di semua instansi pemerintah, minimal setiap bulan ada waktu khusus penggunaan bahasa Daerah.
4. Meminta pemerintah untuk bisa mensupport kegiatan kebudayaan Minahasa.

Melalui peran aktif dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, kita dapat melestarikan bahasa daerah sebagai bagian integral dari kehidupan di Minahasa. Dengan demikian, kita dapat menjaga keberagaman budaya dan bahasa serta meningkatkan rasa bangga akan identitas daerah kita.

Mari kita berperan aktif dalam melestarikan bahasa daerah sebagai tou Minahasa, termasuk penerjemahan Bahasa Daerah Lewat penerjemahan Alkitab Bahasa Suku, sebagai contoh yang sementara di kerjakan (Bahasa Toudano, Bahasa Kakas, Bahasa Remboken).

Tim yang sementara memeriksa penterjemahan bahasa Toudano Jhon Rorig dan Tim. Dan akhir Tahun ini kalau Tuhan berkenan akan ada Alkitab Bahasa Toudano yang akan di cetak lewat edisi percobaan.

Baca juga:  “Rapat Koordinasi PKH: Policy Alignment dalam Arsitektur Kesejahteraan Nasional”

“Tentunya lewat kegiatan ini kami, sebagai penggagas berharap ada support dari pemda Minahasa, dan kegiatan ini akan kami gaungkan terus sebagai generasi muda,” ujar Bung Edwin Pratasik tokoh pemuda dari Tondano yang merupakan mantan Sekretaris DPD KNPI Minahasa 2 Periode, Mantan Sekretaris GMKI Tondano, Sek GAMKI Minahasa dan mantan Anggota Senat Universitas Negeri Manado.

Dalam kegiatan itu turut hadir mewakili Penjabat Bupati Minahasa Dr.Jemmy Stani Kumendong, M.Si yakni, Kepala Dinas Infokom Maya Kainde SH, dan Kepala Dinas Sosial dr Maya Rambitan, Penggagas kegiatan ini Joice Karouw merupakan Admin grup Mari Bicara Makatana Minahasa, Bung Edwin Pratasik Tokoh mudah Tondano yang merupakan pemerhati Bahasa Toudano, Juga para penggiat Bahasa Daerah Maxi Supit, Artis Gosal, Rommy Kumontoy, Dr Rouna Wuisang serta Tim pengisi acara;
1. Penyanyi Makaaruyen Jems dan Dolf
2. Kabasaran Sena Wangko Tataaran 2
dan ada juga Lembaga Pelayanan Bahtraku yang menjadi mitra dalam kegiatan ini, ada juga GM2Hot Spring Koya, UP2K Angels Koya, Rumah Kopi Ni Tanta Putih.

#Jr