“Rapat Koordinasi PKH: Policy Alignment dalam Arsitektur Kesejahteraan Nasional”

TopikSulut.com

MINAHASA — Dalam lanskap tata kelola kesejahteraan sosial yang terus berevolusi, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengeksekusi agenda Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai instrumen penguatan governance architecture di tingkat daerah. Forum ini dikemas di Villa Gloria, Desa Lemoh, Kecamatan Tombariri Timur, Rabu (13/8/2025), menjadi wahana konsolidasi strategis untuk memastikan sinkronisasi kebijakan nasional dengan implementasi teknokratis di akar rumput.

Kegiatan yang sejatinya akan dihadiri Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, akhirnya diwakilkan kepada Kepala Dinas Sosial Minahasa, dr. Maya Rambitan, M.Kes, selaku policy holder sektor sosial daerah, akibat adanya urgensi personal yang tidak terelakkan.

Dalam orasinya, Maya Rambitan menegaskan bahwa pendamping PKH kini mengemban multi-rol strategis, mulai dari mendukung Sekolah Rakyat hingga menjadi aktor kunci dalam proses peralihan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) menuju DTSN (Data Terpadu Sasaran Nasional) — sebuah kebijakan makro yang digagas Presiden sebagai instrumen data-driven policy untuk perlindungan sosial nasional.

Baca juga:  Yang muda yang berkarya membangun Desa

“Walaupun di lapangan banyak kendala dan hambatan, suka tidak suka, mau tidak mau, ini harus dilaksanakan. Program ini menyangkut nasib banyak orang,” tandas Maya dengan nada normatif yang sarat komitmen.

Ia menegaskan, proses reinventarisasi data sosial ini adalah mandat nasional yang bersifat compulsory, demi memastikan akurasi sasaran dan efektivitas distribusi manfaat dalam kerangka social safety net.

Rapat ini juga menjadi ruang refleksi humanistik. Maya menyampaikan kabar duka terkait wafatnya salah satu pendamping PKH, sekaligus mengedukasi peserta tentang urgensi preventive health behavior.

Ia mengingatkan bahwa keluhan klinis seperti epigastric pain atau maag berulang dapat menjadi indikator patologi serius seperti kolelitiasis (batu empedu), nefrolitiasis (batu ginjal), maupun pankreatitis.

“Pola makan sehat, mengurangi lemak dan minyak, adalah salah satu cara mitigasi risiko. Kehidupan ada di tangan Tuhan, tetapi kita tetap harus melakukan ikhtiar preventif,” ucapnya, mengartikulasikan paradigma pro-health governance di ruang kebijakan sosial.

Mengakhiri sambutannya, Maya mendesakkan etos kerja berbasis integritas administratif dan spiritual accountability kepada seluruh pendamping PKH.

Baca juga:  Yang muda yang berkarya membangun Desa

“Bekerjalah dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Ini adalah amanat negara yang terkait dengan hajat hidup banyak orang. Tuhan pasti menolong dan memberkati,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini diproyeksikan sebagai policy alignment platform untuk mengonsolidasikan agenda strategis PKH di Minahasa, menciptakan tata kelola kesejahteraan yang inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

#J.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *