TopikSulut.com,Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menunjukkan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga pangan dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini digelar di Lapangan Sparta Tikala, Senin (14/07), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-402 Kota Manado.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pangan Kota Manado bekerja sama dengan Bulog Sulawesi Utara ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual seharga Rp58.000 per pax (5 kg). Sebanyak 800 pax atau 4.000 kg beras disiapkan dan langsung habis dalam waktu singkat.
Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Meisye Wollah, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menstabilkan harga dan memastikan masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, tetap bisa mengakses beras dengan harga terjangkau.
“Pemerintah memberi perhatian pada masyarakat Kota Manado sebagai antisipasi gejolak harga beras dan perlu dilakukan stabilisasi harga, sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga murah,” ujar Wollah.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Bulog terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok. Bila permintaan terus meningkat, Bulog siap menambah pasokan. Kegiatan serupa akan digelar di 87 kelurahan di Kota Manado mulai Selasa (15/07), meski pelaksanaannya dilakukan bertahap.
Sementara itu, Sandra Sandala, warga Kelurahan Tikala Baru, mengaku bersyukur bisa memperoleh beras murah di tengah sulitnya ekonomi.
“Terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu meringankan beban kami. Beras SPHP ini sudah sulit didapatkan sejak Januari lalu. Kalau kegiatan ini bisa rutin dan tanpa persyaratan domisili, tentu akan lebih membantu,” ucapnya.
Penyaluran Beras SPHP Sesuai Prosedur
Kegiatan ini juga diiringi dengan proses verifikasi ketat terhadap pihak yang menyalurkan beras, agar benar-benar sesuai sasaran. Pihak distributor diwajibkan mengikuti aturan, termasuk menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp12.500 per kg, memasang spanduk harga, serta menandatangani surat pernyataan.
“Kami pastikan bahwa beras SPHP disalurkan kepada pedagang yang memang menjual kebutuhan pangan dan mematuhi ketentuan penyaluran,” ujar salah satu perwakilan dari Bulog Sulut.
Dinas Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Manado juga melakukan sosialisasi petunjuk teknis penyaluran, serta tengah mempersiapkan sistem digital berbasis aplikasi untuk memantau distribusi ke depan.
“Melalui aplikasi ini, distribusi akan tercatat dan masyarakat nantinya bisa mendapatkan jatah beras maksimal hingga 20 kg per bulan,” pungkas Wollah.
Warga berharap program ini bisa menjadi kegiatan berkelanjutan, terutama di tengah tekanan ekonomi dan lonjakan harga pangan yang masih berlangsung.
( Jansen)






