Gerakan GENTING: Aksi Konvergensi Kekuasaan dan Kasih Sayang

TopikSulut.com

MINAHASA — Dari jantung birokrasi Minahasa, lonceng kesadaran kolektif kembali berdentang. Pemerintah Kabupaten Minahasa mengeksekusi langkah strategis melalui Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dirangkaikan dengan Pelantikan Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) — sebuah koalisi nurani publik yang dibentuk sebagai benteng peradaban dalam perang melawan stunting.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP ini, tidak hanya menjadi forum koordinatif teknokratik, melainkan deklarasi moral dan politik pembangunan manusia seutuhnya, yang dilaksanakan di Ruang Sidang Kantor Bupati. Kamis (07/08/2025).

Dalam panggung sinergitas lintas sektor, hadir Ketua DPRD Drs. Robby Longkutoy, MM, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pengendali GENTING Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, SE, dan Renny E. Taniowas, S.Sos, M.Si PTP dari IPDN Kampus Sulut, bersama unsur TNI-Polri, BKKBN Sulut, serta jajaran struktural dan fungsional pemerintahan dari OPD hingga kepala Puskesmas se-Minahasa.

Baca juga:  Bupati RD Orkestrasi Paradigma Integritas dalam Forum Koordinasi Antikorupsi KPK RI

Acara dibuka dengan doa lintas iman dan laporan dari Kepala Dinas P2KB Dra. Martha Meita Aguw, yang menguraikan arsitektur kerja penanggulangan stunting — sebuah agenda strategis yang kini tak lagi sekadar program sektoral, tetapi wajah kemanusiaan pemerintahan daerah.

Dalam orasi pembangunan yang disampaikannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa penanganan stunting adalah pertaruhan masa depan bangsa di medan pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar urusan statistik kesehatan.

“Kita telah membentuk TPPS dari hulu ke hilir, dari kabupaten hingga desa. Hari ini, kita menyempurnakannya lewat GENTING — Gerakan Orang Tua Asuh yang bukan hanya memberi makan, tetapi juga menyuntikkan harapan dan masa depan kepada anak-anak Minahasa,” tegas Bupati.

Lebih dari itu, GENTING bukan sekadar nomenklatur baru, melainkan gerakan konvergensi kepedulian. Setiap individu — birokrat, akademisi, tokoh agama, pelaku usaha, hingga masyarakat umum — diajak berdiri di garis depan sebagai ‘orang tua bangsa’ bagi generasi yang terancam oleh stunting.

Baca juga:  Pemerintah dan Rakyat Berfusi dalam Euforia Lomba Rakyat HUT ke-80 RI di Minahasa

“Ini gotong royong versi abad ke-21. Kita bergerak dengan strategi, dengan empati, dan dengan visi. Karena kita tidak sedang membangun jalan dan jembatan semata — kita sedang membangun manusia,” ujar Bupati penuh semangat.

Gerakan GENTING dirancang sebagai instrumen sosial-politik untuk memperkuat pilar pembangunan jangka panjang. Bantuan yang diberikan bersifat komprehensif: mulai dari intervensi gizi, edukasi keluarga, advokasi pola asuh, hingga pemantauan pertumbuhan anak berbasis data.

Dengan pelantikan Tim Pengendali GENTING, Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa agenda penurunan stunting adalah kebijakan negara dalam skala lokal, yang dijalankan dengan prinsip partisipatif, inklusif, dan penuh integritas.

Gerakan ini adalah bagian dari Grand Design menuju Generasi Emas Minahasa 2025 — generasi yang tidak hanya bebas dari stunting, tapi juga tangguh, cerdas, dan berdaya saing di tengah konstelasi global yang terus bergerak.

#J.R