Peliput: Fitri Lumiu
TAHUNA
Kondisi ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), digudang bulog Tahuna sangat minim. Hal ini dikatakan wakil Ketua DPRD Sangihe Michael Thungari SE, kepada wartawan diruang kerjanya.
Tentang ketersedian beras pemerintah ini didapati setelah dirinya bersama komisi III DPRD Sangihe dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag), melakukan Inspeksi mendadak (Sidak), digudang Bulog Tahuna pada Senin (6/3/2023). Didapati ketersedian beras yang ada di gudang Bulog hanya berkisar 18ton saja.
“Itupun sudah di blok okeh dinas Sosial, dan tidak ada lagi untuk kebutuhan lainya. Kami meminta pihak Bulog untuk lebih memperhatiakan stok beras, mengingat daerah kita itu sangat jauh dari lumbung pangan. Dan kondisi karakteristik daerah kita yang rawan terjadi bencana,”ungkapnya.
Dirinya menghawatirkan jika terjadi cuaca buruk seperti gelombang tinggi dan armada kapal tidak masuk secara otomatis akan berdampak pada ketersediaan pangan.
“Dengan kondisi stok beras digudang Bulog saat ini ancaman rawan pangan jika terjadi cuaca ekstrim bisa saja terjadi,”ungkapnya.
Apalagi menurutnya memasuki hari besar keagamaan kebutuhan akan bahan pangan pasti meningkat.
Dalam Sidak itu pula pihaknya dan dinas Perindag melakukan evaluasi terkait dengan adanya praktek monopili salah satu pedagang yang hanya menjadi distributor minyak kita di Sangihe.
“Bulog hanya mempercayakan penjualan minyak kita kepada salah satu pedagang dan ditemukan dilapangan dijual dengan harga het tertinggi. Maknya kami mengevaluasi agar dibagi ke beberapa pedagang sehingga terjadi stabilitas harga di pasaran,”ujarnya lagi.
Dirinya juga mengatakan saat ini secara Nasional terjadi peningkatan khusus untuk harga beras karena masa panen nanti akan berlangsung dua atau tiga minggu kedepan.
“Saat ini terjadi peningkatan harga beras berkisarr 20-30 persen dan itu terjadi secara Nasional. Semoga saja setelah masa panen akan kembali stabil,”ungkapnya lagi.
Thungari juga berhap stok ketersedian sembako di Sangihe aman dan harga stabil.
“Intinya kita berharap stok aman dan harga stabil sehingga tidak membebankan masyarakat Sangihe,”tandas Thungari.(*).






