TOMOHON, topiksulut.com – Memiliki banyak fungsi, antara lain memproduksi oksigen ekstra, mengurangi suhu panas dan sebagai objek foto bagi wisatawan yang datang, vertical garden (taman bunga vertikal) terus dikembangkam pemerintah Kota Tomohon, khususnya dalam proses perawatan.
Teranyar, dulunya vertikal garden proses penyiraman bunga secara manual, atau proses penyiraman dilakukan seseorang saat pagi dan sore hari. Kali ini proses penyiraman bunga menggunakan sistem pengairan air langsung dari pipa melewati setiap pod bunga yang masing-masing sudah dilubangi dan terhubung dengan pompa air. Jumat (22/11) 2019.
“Jadi sekarang kita tidak lagi menyiram bunga pagi dan sore secara manual,” ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (Perkim) Enos Pontororing via telepon kepada wartawan media ini. (22/11).

Dijelaskannya lagi, bahwa ini adalah salah satu inovasi dalam pengembangan sistem pembasahan pada tanaman bunga, karna dirasanya itu (penyiraman) menjadi faktor pokok untuk ketahanan tanaman bunga yang digunakan.
“Disamping mempermudah dalam proses perawatan (menyiram) bunga, ini juga menjadi inovasi baru kedepan untuk penghematan penggunaan bunga yang dipakai, karna melihat dari pengalaman ketahanan bunga saat menggunakan proses penyiraman manual pagi dan sore hari memiliki rata-rata dua sampai tiga bulan,” kata Kadis Perkim.
Ia (kadis perkim) pun berharap sekiranya metode penyiraman tersebut dapat berfungsi dengan baik, “Kami harapkan dengan metode pembasahan (menyiram) seperti ini tanaman bunga dapat bertahan lebih lama lagi.” ujar Pontororing
Terkait sumber air Pontororing mengatakan pihaknya memanfaatkan mobil tangki yang ada untuk menyuplai air di tong air yang tersedia, “Kita gunakan mobil tangki untuk menyuplay air di tangki-tangki yang sudah disediakan,” tandasnya.
Diketahui untuk sisa tahun ini baru dibeberapa titik vertikal garden yang akan menggunakan metode penyiraman pipa, (lahendong, kamasi, paslaten, walian dan langsot). Untuk tahun depan pihaknya akan menyesuaikan sesuai anggaran.(kim)










