Bahas Permasalahan Lingkungan, Rico Lengkong Sebut Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi Mampu Cegah Destruksi lingkungan

TOMOHON, topiksulut.com – Bersama ITM,  dan Yayasan Masarang, Eco.Catalyst menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Menjawab Tantangan Lingkungan Hidup Kontemporer Dalam Mencapai Solusi Berkelanjutan di Masa Pandemi Covid19. Jumat, (02/07) 2021.

Tampil sebagai pembicara, Rico Lengkong selaku founder Eco.Catalyst menyebutkan maksud kegiatan tersebut yaitu menginventarisir isu lingkungan kontemporer yang terjadi di masa pandemi covid19, mengkajinya dari prespektif scientific, sosial, dan kebijakan berdasarkan latar belakang ilmu masing – masing.

“Di awal masa pandemi terjadi penurunan  Air Quality Index (AQI) kota – kota besar di Dunia dikarenakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun dilain sisi jumlah sampah medis  (masker sekali pakai) meningkat tajam sekitar 138 Ton per hari, namun penurunan tersebut tidak sebanding dengan pencemaran  lingkungan yang terjadi.” kata peraih Mapres Unsrat 2018 Rico Lengkong saat membawakan materi.

Menurut Lengkong, permasalahaan lingkungan dapat ditangani dengan adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.

“Kolaborasi dari stakeholder pemerintah, akademisi dan masyarakat sipil diperlukan untuk memetakan dan merembukan solusi masalah lingkungan yang terjadi.” ujar laki-laki  25 tahun ini. 

Menyikapi situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung Rico Lengkong mengajak kepada peserta yang hadir untuk dapat berhemat dengan memanfatkan tanaman dapur guna mengurangi anggaran belanja rumah tangga.

“Mari kita berhemat! Dari hal kecil misalnya dengan menanam tanaman dapur di pekarangan rumah, dengan begitu bisa mengurangi belanja rumah tangga, agar kita bisa survive” tandas Rico.

Apresiasi pun diutarakan peraih Best Paper UA-MUNC tahun 2018 Amerika Serikat kepada pihak kampus ITM dan Yayasan Masarang.

“Eco. Catalyst mengapresiasi kampus ITM dan Yayasan Masarang yang memfasilitasi kegiatan kami ini” tutup Rico Lengkong.

Kegiatan digelar di Aula pertemuan kampus ITM Kota Tomohon, berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibuka oleh Rektor Institut Teknologi Minaesa, serta dihadiri oleh Dr.Ir. Willie Smits , Pembina Yayasan Masarang/Mantan Staff Khusus Menteri LHK,  Swingly  Sondakh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon, Dosen, Akademisi, Praktisi lingkungan dan Pers.  

Untuk diketahui.

Eco catalyst merupakan organisasi sosial anak muda fokus dalam  “pendidikan” lingkungan hidup, charity dan wirausaha sosial pada prinsipnya menjalankan tiga poin pilar Lingkungan Sustainable Development Goals,  yaitu Penanganan Perubahan Iklim, Ekosistem laut dan Ekosistem Darat.

(Kim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *