Himbauan Pemerintah, Warga Minahasa Waspadai Cuaca Extrem

Minahasa115 Dilihat

MINAHASA,TopikSulut – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring M.Si, IPU, Asean, Eng (ROR), dan Wakil Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey SSi, MM, MAP (RD) mengimbau kepada masyarakat Minahasa untuk tetap waspada dengan adanya cuaca Extrim.

* Adapun sejumlah poin yang harus waspadai yaitu;

-Waspada terhadap resiko yang kemungkinan terjadi

-Berhati- hari beraktifitas diluar rumah

-Menghindari berada di lokasi ketinggian atau lereng gunung yang rawan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor

-Menghindari pohon-pohon yang rawa tumbang

-Selalu mengikuti informasi dari BMKG dan BPBD

-Menjaga kebersihan lingkungan.

Hal ini ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Maya Kainde SH MAP. Jumat, (27/01/2023)

“Kondisi saat ini curah hujan masih tinggi sehingga masyarakat kita minta waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Sebaiknya jauhi lokasi-lokasi rawan bencana, baik itu daerah rawan longsor, banjir serta awasi pohon-pohon besar yang sudah rapuh dan rawan tumbang di lokasi pemukiman,” himbau ROR-RD melalui Kadis Maya Kainde.

Sejauh ini, menurut Kainde, belum ada laporan terjadinya bencana di wilayah Minahasa. Namun, kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat menjadi upaya dini dalam mengantisipasi potensi bencana.

“Jangan mudah percaya kabar-kabar hoax yang beredar di media sosial atau apapun yang dapat memperkeruh kondisi. Yang pasti kita semua harus tetap waspada dan berdoa supaya daerah kita dihindarkan dari bencana,” ujar Kainde.

Diketahui, wilayah Minahasa memang tergolong rawan banjir dan tanah longsor. Itu dikarenakan struktur tanah yang labil. Bahkan ada sejumlah titik yang jadi langganan longsor apabila curah hujan terjadi berkepanjangan.

Sesuai pemetaan wilayah rawan bencana oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa, wilayah rawan longsor tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Tondano Utara, Kakas, Langowan Selatan, Langowan Timur, Tombulu, Tombariri, Kombi dan Lembean Timur.
*