Imbauan Pemerintah, Warga Minahasa Waspada Cuaca Ekstrem

Minahasa139 Dilihat

MINAHASA, TopikSulut.com – Curah hujan dan kondisi cuaca ekstrim beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan tanah longsor wilayah Kabupaten Minahasa.

Himbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi.

“Warga yang tinggal di dataran tinggi, lereng gunung, bantaran sungai dan dataran rendah agar selalu berhati-hati. Jauhi pepohonan yang berpotensi patah atau roboh,” imbau Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Dr (Hc) Robby Dondokambey SSi MAP, melalui siaran pers yang disampaikan Kadis Kominfo, Maya Kainde SH MAP, Rabu (15/02/2023).

Lanjut Kainde, bagi warga yang sedang melakukan aktifitas perjalanan dengan menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki agar selalu berhati-hati.

Baca juga:  Objek Vital, Danau Tondano Prioritas Pemkab Minahasa

“Kita harus selalu waspada, tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Misalkan ketika dalam perjalanan dengan membawa kendaraan, tiba-tiba ada pohon tumbang atau pun terjadi tanah longsor yang menghalangi perjalanan kita,” kata Maya

Sementara Kepala Badan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Nofry Lontaan ST meminta agar pemerintah kelurahan maupun desa agar secepatnya mengambil langka jika terjadi bencana.

“Jika terjadi bencana alam, segera laporkan ke pemerintah setempat atau langsung laporkan kepada BPBD, supaya secepatnya bisa ditindaklanjuti,” ucap Lontaan.

Jika terjadi bencana, kata Lontaan, pemerintah desa dan kelurahan secepatnya mendata semua kerusakan terjadi termasuk korban dan kebutuhan darurat, kemudian melaporkannya.

Selain itu, ia juga mengatakan ada beberapa lokasi yang rawan bencana di Kabupaten Minahasa, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Baca juga:  Pimpin Rapat Bersama Forkopimda, Ini Kata Bupati Royke Roring

“Untuk wilayah rawan longsor Atep, Temboan, Noongan khususnya gunung potong, Kawangkoan Utara, Tombariri jalan trans, Pineleng desa Kali dan Warembungan, jalan antara Tombulu-Suluan. Sedangkan banjir di wilayah Tombariri, Mandolang, Tondano Kiniar, Kakas barat, Sonder, Tataaran, dan Rinegetan,” paparnya.

Sedangkan angin puting beliung  lanjutnya, biasanya terjadi di dataran rendah seperti Papakelan, Touliang Oki, Remboken, atau seputaran danau Tondano dan pantai selatan.

“Puting beliung juga bisa terjadi di dataran rendah, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di dataran tinggi,” ungkap Lontaan sembari menambahkan untuk gelombang pasang biasanya terjadi di Kecamatan Tombariri dan Rumbia Kecamatan Langowan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *