Peliput: Fitri Lumiu
TAHUNA
Naas nasib yang menimpa salah satu siswa Sekolah Dasar M A S (8) yang tewas tenggelam di kolam renang Kelurahan Manene Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Rabu pagi (12/04/2023).
Kejadiannya naas itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita ketika 25 siswa salah satu SD di Tahuna mengikuti kegiatan PJOK untuk siswa kelas II yang didampingi 2 anggota guru pendamping dan beberapa orang tua murid.
Peristiwa naas itu berawal ketika salah seorang guru memerintahkan anak didik untuk menghentikan kegiatan di dalam kolam, dan sebagian anak sudah beranjak dari dalam kolam, namun tak disangka masih ada anak lainnya belum beranjak.
Lalu tiba-tiba ada beberapa anak berteriak keras mengatakan jika ada anak yang tenggelam.
Mendengar teriakan itu, guru bersama dengan orang tua siswa langsung menolong dan mengangkat tubuh korban dari dalam kolam dan segera dilakukan pertolongan pertama dengan dilarikan ke Puskesmas Manente.
Namun sangat disayangkan, korban tak dapat diselamatkan meski sempat dirujuk ke Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna.
Sementara itu dari keterangan saksi yang saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kebetulan saya duduk di depan kantin untuk memantau anak saya, tiba tiba terdengar teriakan anak anak disekitar kolam kalau ada anak yang tenggelam. Saya pun langsung berlari ke arah kolam dan langsung menceburkan diri mengangkat anak tersebut yang kemudian diserahkan kepada orang tua siswa yang juga langsung membawa korban ke Puskesmas Manente”ungkap T. Pakasi.
Keterangan saksi lain, AL, yang juga guru olarahraga korban, mengaku dirinya sudah menyuruh anak anak untuk segera naik dari kolam karena kegiatan akan selesai, dan ketika itu juga sang guru bersama dengan dengan sebagian anak langsung pergi ke tempat kamar mandi untuk mengganti pakaian, namun selang beberapa menit, tiba-tiba ada teriakan dari arah kolam yang menyebutkan bahwa ada anak yang tenggelam.
“Saya pun langsung berlari ke arah kolam dan mendapati seorang anak sudah di angkat dari dalam kolam dan telah di ambil tindakan awal penyelamatan, selanjutnya langsung di bawah ke puskesmas manente guna tindakan lanjut,”kata guru tersebut.
Sementara itu diperoleh informasi bahwa korban tiba di Puskesmas Manente dalam keadaan lemas pucat, dan penurunan kesadaran yang dalam keadaan basah di sekujur tubuh.(*).






