TAHUNA
Perayaan Hari Ulang Tahun Daerah Kepulauan Sangihe pada 31 Januari 2024, dan perayaan upacara adat Tulude tahun 2024 kembalindi pusatkan di rymah dinas bupati Kepulauan Sangihe.
Berbagai rangkaian kegiatan di gelar oleh panitia HUT Daerah ke 595 tahun ini, mulai dari pagi hari hingga pada acara puncak pelaksanaan upacara adat Tulude.
Diawalai dengan pelaksanaan upacara bendera dilanjutkan dengan rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Sangihe kemudian diakhiri dengan upacara adat Tulude.
Sebelumnya juga dilaksanakan ziarah ke makam mantan bupati dan wakil bupati Sangihe yang tersebar di beberapa tempat.
Pada Pelaksanaan Tulude tahun ini, berbeda dengan tahun- tahun lalu yaitu, sebelumnya para pelaksana adat adalah para tua-tua adat atau senior, tapi untuk tulude 2024 pelaksana prosesi adat 80 persen melibatkan anak-anak muda.
Ketika melaksanakan prosesi adat, terlihat para pelaku adat, baik tua-tua adat dan anak-anak muda, begitu sungguh-sungguh dan serius melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka, sehingga setiap unsur-unsur yang dilakukan dalam prosesi adat tulude dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Dalam pelaksanaan upacara adat Tulude berbagai prosesi adat dilaksanakan diantaranya Memindura (Penghormatan adat), Kakumbaede (Nasan Khiasan), Menengkang Mohong (Kata-kata harapan), Menahulending (mohon doa restu), serta Memoto tamo (Pemotongan kue adat tamo).
Selain kental dengan prosesi adat diatas, untuk memeriahkan upacara adat tlTulude, juga ditampilkan berbagai kesenian khas Daerah Sangihr berupa tarian-tarian tradisional seperti tari Gunde, Empat Wayer, tari Salo, Masamper, dan lain-lain.
Sementara itu Pj Bupati Kepulauan Sangihe dr Rinny Silangen Tamuntuan dalam sambutanya mengatakan upacara adat Tulude ini memiliki makna yang sangat dalam dan Sakral, dimana didalamnya terdapat tiga hal penting
“Mengapa dikatakan memiliki makna yang sangat dalam dan Sakral, karena ada tiga hal Penting didalamnya yaitu, Pertama Somahe Kai Kehage yaitu mensyukuri segala Berkat dan Anugerah Tuhan yang telah dikaruniakan sepanjang tahun yang lalu, Kedua Memohon ampun atas segala kesalahan serta semua dosa yang pernah di lakukan di tahun yang silam, Ketiga Menyerahkan dan memohon penyertaan Tuhan di tahun yang baru ini,”ungkap Bupati Rinny.
Lebih lanjut Tamuntuan mengatakan, Dengan Semboyan Daerah ini yaitu ‘Somahe Kai Kehage,’ membuat kami masyarakat Sangihe semakin terpacu dalam mengembangkan diri dan Daerah ini.
“Semboyan Daerah Somahe Kai Kehage bagi kami tantangan tidak jadi penghalang karena semakin besar tantangan yang datang maka akan semakin keras kami berjuang bagi daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan bagi NKRI tercinta,” tegasTamuntuan.
Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiscus Andi Silangen serta pejabat tamu dari Pemprov Sulut, Ribuan masyarakat tumpah ruah ikut ambil bagian dalam pelaksanaan acara yang belanjut hingga pagi hari. Untuk memeriahkan pesta adat tulude, malam hari sampae pagi hari dilanjutkan dengan masamper sabuah dan empat wayer umum, yang di saksikan ribuan masyarakat Kabupaten Sangihe.(*).










