Topiksulut.com,Minut-Perkembangan investasi lewat Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupatem Minahasa Utara (Minut) sepanjang tahun 2020, cukup memuaskan.
Buktinya, sesuai rilis yang disampaikan Badan Koordinasi Penanamam Modal (BKPM) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulut dan disampaikan ke DPM-PTSP Minut, investasi PMA dan PMDN yang masuk ke Sulut sepanjang tahun kemarin sebanyak Rp5,2 triliun. Dari total rersebut, peringkat pertama daerah yang paling besar mendapatkan investasi yakni Kabupaten Minut sebanyak Rp2,9 triliun.
“Adapun perinciannya yakni PMA sebanyak Rp2 triliun lebih dan PMDN Rp908 miliar,” ujar Kepala DPM-PTSP Minut, Jack Paruntu SE kepada wartawan, Kamis 15 April 2021.
Dijelaskan Paruntu, jika dilihat perkembangan investasi di Kabupaten Minut selama tahun 2016 hingga 2020, daerah tersebut tidak pernah turun dibawah 3 besar. Hal itu terlihat dimana tahun 2016 masuk peringkat 3 dengan investasi Rp441,7 miliar, lalu tahun 2017 naik peringkat kedua dengan investasi Rp2,29 triliun, 2018 tetap peringkat kedua sebanyak Rp2,49 triliun, kemudian tahun 2019 menjadi peringkat ketiga sebanyak Rp1,99 triliun dan tahun 2020 menduduki peringkat pertama sebanyak Rp2,92 triliun.
“Ada 5 sektor pendorong investasi di Minut bertambah yakni pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, listrik gas dan air, kawasan perumahan dan terakhir industri,” jelas Paruntu.
Pada tahun 2021, tambah Paruntu, oleh BKPM RI telah menarget Kabupaten Minut harus mendapatkan investasi sebanyak Rp1,5 triliun. Target ini dipastikan akan tercapai karena adanya berbagai gebrakan dari Bupati Minut Joune JE Ganda SE dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam hal pemberian kemudahan investasi bagi investor yang siap menanamkan modalnya di daerah tersebut.
“Sesuai visi dan misi bapak Bupati dan Wakil Bupati, pasti target tersebut akan tercapai karena adanya perijinan yang mudah, percepatan ijin, digitalisasi dan membuka peluang investasi seluas-luasnya. Bahkan dari provinsi pun sangat optimis jika target tahun ini akan tercapai,” tambah Paruntu.(gebe)









