TAHUNA
Ketua TP-PKK Kepulauan Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus dan Sekretaris TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Agnes Bulahari Walukow, menghadiri Sosialisasi Bahaya Bahan Tambahan Makanan Pada Anak, yang dilaksanakan di Rumah Doa GBI Biji Sesawi Tanjung Apes Kecamatan Tahuna, Kamis (25/04/2025).
Narasumber dalam kegiatan ini yakni Prof. Dr. Ir Frans Gruber Ijong, M.Sc didampingi Ketua TP-PKK Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus. Dan diikuti Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kecamatan dan Jemaat Rumah Doa GBI Biji Sesawi.
Ketua TP-PKK Sangihe Cherry Thungari Soeyoenus mengungkapkan banyak mendapat pengetahuan, tentang dampak bahaya mengkonsumsi bahan makanan tambahan pada anak.
“Saya mengapresiasi Bapak Prof Ijong karena banyak sekali pengetahuan yang saya terima. Jadi hal-hal kecil yang mungkin kita sebagai orang tua abaikan mulai dari pemberian msg yang berlebihan. Ibu-ibu diminta untuk lebih bijaksana kedepannya, mengolah makanan, memberikan makanan kepada anak-anak. Sehingga kita mempunyai generasi bangsa yang sehat dan pandai,” katanya.
TP-PKK juga nantinya akan berkolaborasi deng Polnustar, tentang pelatihan bagaimana mengolah makanan yang akan disajikan untuk keluarga maupun anak-anak.
“Sudah bercerita tadi dengan Prof, dari Polnustar yaitu akan ada pelatihan bagaimana cara mengolah makanan. Misalnya makanan yang ada disekitar kita, apalagi di Sangihe kaya akan ikan,” ungkapnya.
“Diharapkan kita para ibu-ibu dapat mengolah makanan lebih sehat lagi, yang bisa dikonsumsi anak dan menarik bagi anak-anak konsumsi. Dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, dan tidak hanya di sini saja tapi juga bagi kader PKK, Posyandu, Bunda PAUD.
Sementara itu Prof. Dr. Ir Frans Gruber Ijong, M.Sc menegaskan kehadirannya menjadi narasumber sebagai upaya mengedukasi masyarakat agar dapat memberikan makanan sehat bagi anaknya.
“Saya ada di sini dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya bunda-bunda PAUD, agar mereka dapat mengerti tentang bahan makanan apa saja yang berbahaya dan tidak boleh diberikan secara berlebihan kepada anak. Seperti bahan pengawet pada bahan makanan olahan, pewarna makanan, pemanis buatan,” ungkapnya.
“Dan yang sekarang saya persentasikan hari ini adalah bahan penambah rasa atau kita kenal dengan msg yang berlebihan. Karena penggunaan msg berlebihan pada anak-anak bisa, member kesehatan anak. Khususnya bagi sistem pencernaan pada anak-anak itu sendiri,” sambung Ijong.
Dirinya berharap masyarakat dapat mengelola sumber daya alam seperti ikan yang melimpah, menjadi sumber makanan bergizi bagi anak-anak.
“Kita punya sumber ikani yang sangat melimpah. Nah ini yang saya sarankan dapat dikelola sumber ikan yang melimpah ini menjadi sumber-sumber yang bagus. Misalnya dengan membuat nugget ikan, bakso ikan, dan produk-produk lain. Yang penting pengolahan itu harus bersih, sehat sehingga akan memberikan dampak yang positif terutama bagi masyarakat dan anak-anak,” jelasnya.
“Kita tau bersama hari ini Presiden Prabowo menggalakkan makan bergizi gratis. Saya kira Sangihe kedepan bisa menjadi lumbung pangan ikan. Dengan adanya protein ikan dari Sangihe ini juga akan bisa dikembangkan terus, agar Sangihe bisa menjadi daerah lumbung protein ikan bagi Sulawesi Utara dan bagi Indonesia,” pungkasnya.(*).












