Syerly Adelin Sompotan Pemimpin Masa Depan Tomohon

TOPIKSULUT.COM, TOMOHON-Nama Syerly Adelin Sompotan, atau yang akrab dipanggil SAS, makin saja menjulang namanya di blantika politik Nyiur Melambai.
Popularitas Wakil Wali Kota Tomohon ini, terus bertengker diposisi atas deretan orang-orang penting di Sulut. Nama SAS, mulai saja disebut-sebut bakal menembus orang nomor satu di Sulut beberapa waktu mendatang.
Ini karena penampilan wakil kepala daerah cantik ini, yang dikenal sangat merakyat.

Punya kedekatan baik dengan para pejabat tinggi sampai di kelurahan dan lingkungan, dan terus membangun hubungan baik dengan pers, serta selalu berbagi kasih dengan rakyat, membuat SAS, terus saja mendapatkan support besar.
Dengan penampilan yang tetap sederhana, Bendahara Golkar Sulut ini, semakin dikenal rakyat, bukan hanya di Kota Tomohon, tapi namanya terus dikenal di sudut-sudut 15 kabupaten/kota di Sulut.

Berbagai kalangan pun memprediksi, SAS akan menjadi Wali Kota Tomohon mendatang menggantikan Wali Kota Jimmy Eman, yang sudah dua periode memimpin.
Stenly Kalumata, misalnya. Warga Kelurahan Kamasi, Kota Tomohon ini, menyatakan, SAS layak memimpin Tomohon ke depan. “Saya siap menjadi tim pemenangan untuk Ibu SAS,” ujar Kalumata, yang dikenal wartawan senior di Sulut.

Dengan berbagai prestasi yang diraih, SAS, lanjut Kalumata, sangat tepat memimpin kota bunga, istilah khas Kota Tomohon. “Saya lihat berbagai iven besar di Tomohon, dimana Ibu SAS menjadi ketua panitianya, seperti Turnament International Festival Flower (TIFF) berhasil di gelar. Ini menjadi parameter, kemampuan SAS yang tak bisa diragukan lagi. Ibu SAS memang mampu menjalankan peran penting untuk membantu tugas wali kota. Maka, kalau pun SAS melanjutkan kepemimpin di Tomohon itu sangatlah tepat. Bukan hanya di Tomohon, tapi kalau bisa ke depan maju menjadi Gubernur Sulut,” tantang Kalumata.

Meski terus di dukung berbagai pihak untuk terus maju menjadi top ekselutif di Tomohon dan Sulut ke depan, namun sepertinya SAS tetap tampil merendah.
Menurutnya, bekerja menyelesaikan kepercayaan dengan baik menjadi targetnya, bukan hanya sekedar mengejar jabatan. “Semua mengalir saja. Saya selalu syukuri apa yang saya jalani. Membantu sesama yang membutuhkan dan menjalankan kepercayaan dengan baik, telah menjadi tekad saya. Karena kepercayaan jabatan ini kan hanya titip Tuhan sementara di dunia. Jadi selama kita diberikan kepercayaan mari bekerja dengan benar,” ucap SAS. (egen)